Arsip Tag: volume

Zhuang Zi Volume 5

Zhuang Zi Volume 5

Bab 26 : Banjir musim gugur .

Ayat 1 : Air yang menggelora .

Waktu turun musim gugur , ratusan aliran air mengalir ke sungai kuning , begitu besarnya sehingga airnya yang berlumpur menelan semua yang ada melalui tanggul di kedua tepi sungai .
Hantu penguasa sungai merasa senang dan berkata ; Ho ! Ho ! Ho ! Dari seluruh air yang ada di dunia , akulah yang terbesar .

Air mengalir sepanjang sungai sampai ke laut utara dan ketika hantu sungai melihat ke sekelilingnya , ia tak dapat melihat dari mana asal air itu dan berkata : Wah ! Benar-benar ini air yang terbesar di dunia !

Ia bertemu dengan dewa laut uara dan bertanya : aku benar-benar bodoh dan naif , bila aku tak datang kesini , aku akan benar-benar ditertawakan orang Tao . Dewa laut utara berkata : Orang tak dapat berbicara tentang laut dengan katak di dalam sumur , orang tak dapat berbincang tentang salju dengan serangga musim panas , orang tak dapat berbincang-bincang tentang Tao dengan orang sombong , karena kamu tahu tentang keterbatasanmu , saya mendiskusikan Tao denganmu .
Read the rest of this entry

Zhuang Zi Volume 4

Zhuang Zi Volume 4

Bab 23 : Inti sari makanan .

Ayat 1 : Makanan bagi semuanya .

Zhuang Zi berkata :

Kehidupan manusia mempunyai batas , tapi ilmu pengetahuan tanpa batas .

Menggunakan kehudupan yang terbatas untuk mengejar ilmu pengetahuan yang tak terbatas adalah perkerjaan yang berbahaya.

Mengetahui hal ini tapi terus mengejar ilmu dengan harapan akan memperbaiki kehidupan , bahkan lebih berbahaya lagi .

Orang harus hidup diluar ilmu , tak perlu mengejar-ngejarnya sehingga menjadi budak ilmu . Peran ilmu hanyalah untuk memberi tahu tentang hidup dalam keuntungan . Setelah mempelajari hal ini barulah kita dapat bertindak . Tak ada gunanya mengejar ilmu pengetahuan yang kosong / tak berguna .
Read the rest of this entry

Zhuang Zi Volume 3

Zhuang Zi Volume 3

Bab 16 : Melupakan Teori .

Ayat 1 : Penyu putih untuk meramal .

Suatu malam Tuan Song Yuan bermimpi tentang laki-laki dengan rambut terurai mengintipnya dari atap . Setelah bangun ia bertanya kepada tukang ramal , dan tukang ramal itu berkata : Pengintipnya seekor penyu surgawi .
Tak lama kemudian ada seorang nelayan bernama Yu Qie menangkap penyu putih berukuran lima kaki dan diserahkan kepada Tuan Song Yuan .
Tuan Song yuan berpikir mau diapakan penyu tersebut dan ia menayakan tukang ramal . Sang tukang ramal itu berkata : Akan baik bagimu memotong dan menggunakan cangkangnya untuk meramal .
Lalu Tuan Song Yuan memotong penyu putih dan mengunakan cangkangnya untuk meramal 72 kali , setiap kali hasilnya tepat .

Kong hu cu berkata : Penyu surgawi bisa menyampaikan nasibnya pada tuan Song Yuan , tapi tak bisa menghindari jaring nelayan dan walaupun kebijakannya telihat melalui 72 ramalan , ia gagal menghindari kematiannya . Ini akal kecil , bukan kebijaksananan besar .
Read the rest of this entry