Asal muasal lambang TAICHI

Asal muasal lambang TAICHI

Diambil dari arsip diskusi di http://www.siutao.com

Diskusi antara Longhu dan SHAN MAO, pada 3rd December 2003

 

Ada yang mengatakan bahwa kata Taiji pertama muncul pada Buku Perubahan, I Ching, pada masa Dinasti Zhou. Tertulis: “Dimana ada Taiji, disana ada kedamaian dan harmoni antara positif dan negatif“.

Lagi

Festival Peh Cun

Diambil dari arsip diskusi di http://www.siutao.com
Da Jia Hao,

Selamat Hari Raya Duan Wu Jie.

Duanwu Jie (Hanzi: 端午節) atau yang dikenal dengan sebutan Festival Peh Cun di kalangan Tionghoa-Indonesia adalah salah satu festival penting dalam kebudayaan dan sejarah Tiongkok.  Peh Cun adalah dialek Hokkian untuk kata pachuan (Hanzi: 扒船, bahasa Indonesia: mendayung perahu). Walaupun perlombaan perahu naga bukan lagi praktek umum di kalangan Tionghoa-Indonesia, namun istilah Peh Cun tetap digunakan untuk menyebut festival ini. Lagi

Valentine’s Day

Cerita tentang Valentine’s Day (hari kasih sayang) ada banyak versinya. Di antaranya adalah, sbb.:

 

Versi yang berkaitan dengan Santo Valentinus yang dihukum mati pada 14  Februari  karena memperjuangkan cinta dengan menikahkan prajurit yang dilarang menikah pada saat itu oleh Raja Romawi.

Hari Valentine dimulai pada jaman kerajaan Romawi. Menurut adat, 14 Februari adalah hari untuk menghormati Dewi Juno, Ratu para dewa-dewi Romawi. Rakyat Romawi juga menyebutnya sebagai dewi pernikahan. Di hari berikutnya, 15 Februari dimulailah perayaan ‘Feast of Lupercalia’.

Pada saat itu, para gadis dilarang berhubungan dengan pria. Pada malam festival Lupercalia berlangsung, nama-nama para gadis ditulis di selembar kertas, kemudian dimasukkan ke dalam gelas kaca. Para pria harus mengambil satu kertas yang berisikan nama seorang gadis yang akan menjadi teman kencannya di festival tersebut. Kadang pasangan ini saling jatuh cinta, berpacaran dan akhirnya menikah.

Lagi

Apa itu “Puasa” dalam AGAMA TAO (PI KU)?

Posting oleh Li An di facebook Group TAO INDONESIA ( Thay Shang Men )

Disadur dari Diskusi: http://community.siutao.com

 

UMAT AGAMA TAO memiliki Ritual Puasa yang diistilahkan dengan “PI KU”. Perilaku PI KU sudah ada sejak jaman dinasti JIN, dengan nama PI KU SHU, dan dianggap sebagai salah satu cara untuk XIU XIAN (Latihan menjadi Dewa-Dewi).

 

Secara garis besar PI KU SHU ada 2 jenis:

 

1. FU QI PI KU.

Puasa dari semua makanan dan hanya mengkonsumsi Qi saja. Caranya adalah: mula-mula berusaha mengobati semua penyakit yang ada, mengeluarkan semua racun dari dalam Qi (faal dan daya) & Xue (darah) tubuh manusia, mengeluarkan pula seluruh sampah sisa makanan yang ada dalam alat pencernaan. Kemudian mengurangi makanan, puasa dan akhirnya semua rasa lapar dan haus akan hilang. Dan bila ini sering dilakukan dalam interval waktu tertentu, maka akan memungkinkan seseorang untuk menjadi XIAN. Ide ini dari orang jaman kuno dulu.

Lagi

MENGURANGI OBESITAS SECARA SEHAT

Posting oleh Li An di facebook Group TAO INDONESIA ( Thay Shang Men )

 

Menguruskan badan / mengurangi berat badan harus mengetahui bagaimana kondisi badan yang sehat terlebih dahulu. Kalau ada sakit penyakit harus diobati terlebih dahulu.

 

Dari gejala-gejala yang nampak, kondisi kesehatan ke-5 organ dalam tubuh kita dapat di duga:

- Hati / Liver lemah : badan agak kurus, otot kekar, emosi tinggi, makan kadang banyak, kadang juga sedikit, mudah pusing dan gampang kena stroke, dsb.

- Buah pinggang lemah : tidak bisa kerja lama, pinggang dan lutut tak bertenaga, nafas cepat, nafsu sex menurun, mandul, impotensi, dsb.

- Paru-paru lemah : mudah berkeringat, tidak tahan angin, kalau bicara sedikit saja mudah kecapekan, mudah terkena flu; batuk; asma, dsb.

- Jantung lemah : mudah stress, konsentrasi menurun, sering ketakutan, melankolis, insomnia, suka termenung, dsb.

- Limpa lemah : suka pilih-pilih makanan, kurus, mudah kecapekan, mudah sakit maag & usus, dsb.

Lagi

CIAK CAI DI DALAM AGAMA TAO

Posting oleh Li An di facebook Group TAO INDONESIA ( Thay Shang Men )

Dirangkum dari: Diskusi Siu Tao (http://community.siutao.com)

 

AGAMA TAO juga mengenal CIAK CAI. Tetapi alasan yang mendasarinya adalah: “DEMI MENJAGA KESEIMBANGAN YIN-YANG DALAM MENCAPAI KESEHATAN YANG OPTIMAL! ATAU UNTUK MENGOBATI PENYAKIT TERTENTU!” Oleh karena itu proses CIAK CAI yang dilakukan UMAT AGAMA TAO hanya dilakukan dalam periode waktu tertentu saja, bukan sepanjang tahun CIAK CAI.

 

Beberapa penelitian modern diadakan untuk mengetahui sejauh mana efek CIA CAI tersebut. Ada data yang menunjukkan, bahwa perempuan yang selalu CIAK CAI, maka akan menderita kurang darah dan cepat tua, yang ditandai dengan cepatnya mencapai masa menopause, serta mandul. Sebaliknya, kaum lelaki yang selalu CIAK CAI sepanjang masa, maka akan menderita kemandulan dan impoten juga.

Lagi

Mengenal Tahun Baru Orang Tionghua

Mengenal Tahun Baru orang Tionghoa (Imlek)

Dipost oleh : Li An (Group Tao Indonesia)

Tahun Baru Imlek merupakan perayaan terpenting orang Tionghoa.

Perayaan tahun baru imlek dimulai di hari pertama bulan pertama (bahasa Tionghoa: 正月; pinyin: zhēng yuè) di penanggalan Tionghoa dan berakhir dengan Cap Go Meh 十五冥 元宵节 di tanggal kelima belas (pada saat bulan purnama).

Malam tahun baru imlek dikenal sebagai Chúxī yang berarti “malam pergantian tahun”.

 

Di Tiongkok, adat dan tradisi wilayah yang berkaitan dengan perayaan Tahun Baru Imlek sangat beragam. Namun, kesemuanya banyak berbagi tema umum seperti perjamuan makan malam pada malam Tahun Baru, serta penyulutan kembang api. Meskipun penanggalan Imlek secara tradisional tidak menggunakan nomor tahun malar, penanggalan Tionghoa di luar Tiongkok seringkali dinomori dari pemerintahan Huangdi. Setidaknya sekarang ada tiga tahun berangka 1 yang digunakan oleh berbagai ahli, sehingga pada tahun 2009 masehi “Tahun Tionghoa” dapat japada tahun 4707, 4706, atau 4646.
Lagi

Dong Zhi (Festival Musim Dingin)

Dong Zhi

Banyak orang yang beranggapan bahwa Dong Zhi berarti kembalinya musin salju.   Saat Dong Zhi, lama siang hari dari sebelah utara akan lebih pendek dibandingkan dari sebelah selatan.

Di tahun baru semua orang akan saling berkunjung.   Masyarakat akan mengadakan Upacara Sembahyang pada malam harinya.   Mereka akan berpesta dan suasananya sama seperti perayaan tahun baru.   Lagi

Previous Older Entries

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 26 pengikut lainnya.