Tentang Kesucian dan Pengembangan Hidup

Dari Chuang-tzu bab 15

Mendesak Keinginan

Demikianlah dikatakan, kehidupan orang suci mengikuti jalan langit dan daam kematian ia larut dan bersatu dengan segala hal. Dalam diam ia satu dengan kebajikan yin ; dalam gerak ia mengalir bersama yang. Ia tak membawa untung dan tak menyebabkan sial. Ia hanya merespon bila diminta keadaan di luar dirinya. Ia hanya bertindak jika dipaksa. ia hanya bangkit jika tidak ada pilihanlain. Ia buang jauh-jauh ‘mengapa’ dan ‘di mana’, dan mengikuti jalan langit. Alhasil ia tak menemui bencana apa pun. Tidak pula ia dibebani oleh hal materi. Ia tak difitnah orang atau dihukum oleh roh.  Ia mengapung bersama kehidupan dan beristirahat bersama kematian. ia tak resah ataupun bermaksud buruk. Ia bak cahaya yang tak menyilaukan. ia tak perlu membuat janji, lantaran ia sungguh-sungguh dapat dipercaya. Ia tidur tanpa mimpi dan waktu terjaga ia bebas dari rasa cemas. Sukmanya murni dan jiwanya tak lelah. Dalam kekosongan, kehampaan, dan kesederhanaan, ia selaras dengan jalan langit.

Lagi

Tahapan Tahapan belajar Tao

Tahapan tahapan belajar tao menuju kesempurnaan ;

 

 

>> Tao Siek / Dao xue, pengertian tentang agama/ajaran Tao

>> Tao Suk / Dao shu, pengertian tentang tata cara / ilmu Tao

 

Dalam mempelajari Tao, bermula dari diri sendiri, tidak dapat diwakili orang lain untuk menjalani. Karena Tao ada di kehidupan sehari hari, maka pembelajar harus bisa menjadi manusia normal, Manusia Seutuhnya. Yang mengetahui, mengerti dan memahami serta sedikit demi sedikit menjalankan prinsip2, konsep2 kemanusiaan. Juga menjalani kehidupan dengan NOrma norma hidup sebagai manusia, tidak berbuat yang aneh aneh atau menyimpang dari kehidupan duniawi.

 

Setelah mengerti konsep konsep pemikiran di atas, setahap demi setahap mengubah sikap hidup dan perilaku sehari hari menuju keseimbangan dan perbaikan dunia. Kemudian setelah itu mulailah pembelajar mencari sesuatu YANG AGUNG di luar diri guna penyempurnaan lahir, batin dan akhirat (kesempurnaan sewaktu hidup dan kekekalan setelah mati).

Dalam hal ini penggunaan WU sebagai daya nalar dan kesadaran tinggi/ penuh mutlak diperlukan untuk mendukung cara bersikap bertindak dan mempersiapkan diri menuju kesempurnaan lahir dan batin.

Kejodohan menjadi modal utama, bila memang sampai terpaksa, pada titik terakhir adalah dengan cara bertapa/semedi. Dengan kehampaan dalam kesunyian, menunggu dan menunggu, entah samapai kapan akan bertemu dengan Sang Maha Agung yang mau memberi setitik kasih kesejukan.

 

Kemudian kita mencari cara untuk mendekatkan diri kepada Tian dengan cara SIU TAO. Proses Siu Tao dimulai dari ;

>> membuka diri dengan pikiran sehat, jernih dan bernalar serta kesadaran penuh.

>> mencari di mana dewa dewi berada.

>> menuju Tao Ying Suk / daoyin shu / cara pembukaannya.

 

Taoying suk adalah suaru cara siu tao yang paling cepat, tepat dan ideal. Seolah olah pembelajar memakai jalan tol. Tao ying suk adalah suatu cara mengundang Dewa atau boleh dikatakan kalau kita sekolah secara resmi, kita diakui / terdaftar sebagai murid Mahadewa Thay Shang Lauw Cin.

Untuk mendapatkan Tao ying suk ini harus melalui proses Taoying. Setelah proses Taoying kita dapat secara langsung merasakan adanya Dewa. Setiap hari berlatih Senkung, chikung, cingco kung, pembelajar mendapat bimbingan langsung dari anak buah Sang Maha Agung pencipta Tao, Mahadewa Thay Shang Lauw Cin. Pembelajar diberi wali / fufak sen untuk selanjutnya beliau – beliau yang membimbing dan melatih pembelajar setiap hari.

Mulai saat itulah pembelajar berlatih dan menjalani siu tao. Ketiga latihan di atas (shenkung, chikung, cingcokung) tak terpisahkan, silih berganti dilatih sesuai kebutuhan dan kondisi pembelajar dengan bimbingan fufak shen.

Selain tiap hari dibimbing oleh wali / fufak shen, tentunya pembelajar tidak berhenti menambah pengetahuan dengan banyak mendengar ceramah2 Tao, membaca dan berdiskusi. Dan dalam menjalani kehidupan sehari hari tak lupa juga beramal / berbuat gong de / kungtek.

 

Saran untuk pemula baca buku Thay Shang Lauw Cin Cen Cing dan Ciang Ie / siu tao pao cien atau terkenal dengan buku kuning.

 

Sumber : buku sadar siu tao.

 

Buku2 tentang Tao bisa didapatkan di taokuan2 setempat, dan beberapa buku bisa didaptkan di Gramedia.

Selamat menjelajahi Tao. Semoga bermanfaat.

 

Alasan selalu saja bisa dibuat.

gambar diambil dari : http://imageshack.us/photo/my-images/684/picture1qv.png/

Akan selalu saja ada alasan untuk melogiskan sebuah penolakan.
Akan selalu saja ada alasan untuk melakukan sesuatu yang tidak baik.
Akan selalu saja ada alasan, untuk sebuah kejahatan… jadi “seolah-olah” benar. Yah jadi “seolah-olah” tepat.

Tanya : Kenapa kamu kok ga dateng ke Tao Kuan ?
Jawab : Duuuh sibuk, kurang enak badan, kecapean, de el el…
Tanya : Kamu ini nampaknya bener2 sibuk kerja sekali ya?

Jawab : Yah begitulah…..

Tanya : Tapi kok masih sempet jalan2, chatting, ngobrol?!?

Lagi

4 Type/Golongan Manusia

Diambil dari FB Group TAO Indonesia, ditulis oleh SS Tio Januar

 

Mendengar Jiang Dao dari She Xiong Cen Jien Mojokerto kemaren, ada yang menarik untuk ditulis di sini.  Ada 4 type golongan orang ;
1. Huang Ti Sen, Huang Ti Gu (punya badan raja, tulangnya juga tulang raja).
2. Huang Ti Sen, Ji Kai Gu        (punya badan raja, tapi tulang pengemis)
3. Ji Kai Sen, Huang Ti Gu        (badan pengemis, tulang raja)
4. Ji Kai Sen, Ji Kai Gu               (badan pengemis, tulang juga pengemis).
Lagi

Delapan Anjuran “Yang Perlu Dikurangi”

Delapan hal yang perlu dikurangi apabila anda menginginkan hasil yang lebih baik dalam Tao () anda, yaitu:

  1. Kurangi iri hati.
    Biasanya sifat iri hati timbul dikarenakan seseorang tidak dapat menghargai keunggulan orang lain. Iri hati ada karena kita banyak membandingkan diri kita dengan orang lain kemudian mensikapinya secara negatif. Sifat iri  merupakan beban untuk diri sendiri dan menghambat dalam kemajuan seseorang dalam Siu Tao. Sifat ini tidak saja perlu dikurangi tapi perlu dihilangkan. Lagi

Delapan Anjuran “Yang Perlu Dipupuk”

Gambar

Delapan hal yang patut dilakukan dan diterapkan oleh Taoyu dalam perjalanan Siu Tao nya adalah:

  1. Banyak mendengarkan Tao.
    Apakah kita sudah sering mendengarkan ceramah-ceramah Tao? Ataukah dari  pelajaran-pelajaran Tao yang sudah diterangkan secara lisan, berapa banyak yang kita tangkap? Apakah kita sudah menghayati maknanya, sehingga kita dapat maju selangkah dalam Siu Tao. Ataukah malah sebaliknya kita tidak peduli ?   Dengan sering mendengarkan ceramah-ceramah Tao dan menerapkan satu demi satu dalam kehidupan maka akan lebih cepat maju kita melangkah. Lagi

天下有道,以道殉身;天下无道,以身殉道。未闻以道殉乎人者也。

 

天下有道,以道殉身;天下无道,以身殉道。未闻以道殉乎人者也。

(tiān xià yǒu dào, yǐ dào xùn shēn; tiān xià wú dào, yǐ shēn xùn dào. wèi wén yǐ dào xùn hū rén zhě yě.)

Di dunia ini, (ada DAO) orang yang mengerti dan menjalanlan DAO, ikut bertindak sesuai DAO;

Di dunia ini, tiada DAO (zaman edan), orang akan mengorbankan diri demi tegaknya DAO.

TIDAK PERNAH ADA orang yang mengorbankan DAO demi berkompromi dengan orang lain!

Lagi

Harapan !!!

Diambil dari Postingan di FB TAO Indonesia
Diposting oleh SS Tio Januar

Saya Banyak merenung dari banyaknya thread soal Huang Ie (HI) ini …

Untuk para HI ;
sebagai HI, kita semua punya “beban” , karena kebanyakan orang menyoroti kehidupan seorang HI. Cilakanya yang lebih banyak dilihat adalah justru kehidupan di luar seorang HI memakai jubah.

Yang dimaksud dengan “Beban”, karena ada HARAPAN dan Tuntutan dari banyak Taoyu, agar HI bisa menyelesaikan banyak urusan.  “Dianggap” lebih superior daripada dirinya.  Dan ketika “Harapan” itu tidak terliat dalam kenyataannya. Maka bisa dikatakan “Penonton” menjadi Kecewa ! Lagi

Previous Older Entries

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.