Arsip Penulis: Tio Januar Sanjaya (张文山 - Zhang Wen Shan)

Delapan Anjuran “Yang Perlu Dikurangi”

Delapan Anjuran “Yang Perlu Dikurangi”

Delapan hal yang perlu dikurangi apabila anda menginginkan hasil yang lebih baik dalam Tao () anda, yaitu:

  1. Kurangi iri hati.
    Biasanya sifat iri hati timbul dikarenakan seseorang tidak dapat menghargai keunggulan orang lain. Iri hati ada karena kita banyak membandingkan diri kita dengan orang lain kemudian mensikapinya secara negatif. Sifat iri  merupakan beban untuk diri sendiri dan menghambat dalam kemajuan seseorang dalam Siu Tao. Sifat ini tidak saja perlu dikurangi tapi perlu dihilangkan. Read the rest of this entry

Delapan Anjuran “Yang Perlu Dipupuk”

Delapan Anjuran “Yang Perlu Dipupuk”

Gambar

Delapan hal yang patut dilakukan dan diterapkan oleh Taoyu dalam perjalanan Siu Tao nya adalah:

  1. Banyak mendengarkan Tao.
    Apakah kita sudah sering mendengarkan ceramah-ceramah Tao? Ataukah dari  pelajaran-pelajaran Tao yang sudah diterangkan secara lisan, berapa banyak yang kita tangkap? Apakah kita sudah menghayati maknanya, sehingga kita dapat maju selangkah dalam Siu Tao. Ataukah malah sebaliknya kita tidak peduli ?   Dengan sering mendengarkan ceramah-ceramah Tao dan menerapkan satu demi satu dalam kehidupan maka akan lebih cepat maju kita melangkah. Read the rest of this entry

Elang atau ayam ?

Elang atau ayam ?

sumber gambar :

http://1.bp.blogspot.com/-QX5SqVcLI4g/TWcO_k65dfI/AAAAAAAAFY4/JjJfTxNL8og/s1600/eagle-5.jpg

http://2.bp.blogspot.com/_-VwjFK-ofUU/S73IYJjm99I/AAAAAAAAA_E/0J5HX19XXNM/s1600/ayam+jago.jpg

Waktu saya membaca salah satu buku berjudul Awareness karangan Anthony de Mello, tertarik mengulas cerita di bawah ini ;

Suatu saat ada seorang pria menemukan telur elang, dan meletakkannya di kandang ayam peliharaannya di suatu peternakan. Kemudian ayam betina mengeraminya dan akhirnya telur menetas dan hidup dalam lingkungan ayam.
Ia ikut mematuk, mencakar-cakar
tanah untuk menemukan cacing dan makanan lainnya. Hal ini yg dilihat nya dalam lingkungannya. Sesekali dia mengepakkan sayapnya untuk terbang beberapa meter dan kembali berjalan di tanah.
Suatu saat, setelah tumbuh dewasa elang ini melihat ke angkasa dan melihat seekor burung elang terbang dengan gagahnya.. Ia bergumam, “wow! Sungguh sangat anggun dan gagahnya ia, siapa dia? “
Seekor ayam disebelahnya mendengar dan menjawab, “oh, itu elang, ia adalah raja dari burung, kehidupannya di langit dan kehidupan kita di tanah, kita adalah ayam.” Akhir cerita, sang elang hidup dan mati sebagai ayam, seperti yg dipikirkannya selama ini.
Read the rest of this entry

Upacara Po Un 2012

Upacara Po Un 2012

Setelah memasuki tahun Naga Air imlek 2563, beberapa taokwan telah melakukan upacara Po Un, upacara untuk melindungi nasib bagi mereka yang jiong Thay Sui (shio Naga, Anjing, Kambing dan Kerbau), mereka yang ikut berpartisipasi dan mendaftar untuk didoakan.


Thay Ping Kung Jakarta : 2.308 Peserta (nama pribadi sejumlah 2.151 dan 157 nama perusahaan)
Read the rest of this entry

Ulang Tahun EBA Lampung yang ke 5

Ulang Tahun EBA Lampung yang ke 5

Tak terasa, kegiatan Extra Bina Anak (EBA) di taokuan Qing Jing Gong (Suci Mulia) Lampung sudah menapaki tahun ke lima. Kegiatan EBA di Lampung ini termasuk EBA paling awal di Thay Shang Men. Banyak dari mereka sudah menapaki usia remaja dan menjadi angkatan muda-mudi Lampung.
Berikut adalah foto-foto kegiatan HUT ke 5 EBA Lampung.

Membiasakan anak-anak untuk bersembahyang kepada Dewa-Dewi sebelum berkegiatan.
Read the rest of this entry

Kegiatan Kunjungan Kelenteng Taoyu- Taoyu Lampung

Kegiatan Kunjungan Kelenteng Taoyu- Taoyu Lampung

Tak kalah seru nya, kurang lebih 70 taoyu Lampung ikut meramaikan kegiatan kunjungan ke Kelenteng
-kelenteng di sekitar Lampung.

WIHARA BANTEN – Teluk Betung Lampung
Read the rest of this entry

Upacara Gai Kuang 9 Shen Siang di Klenteng Hok Tik Bio, Teluk Naga, Tangerang, Banten

Upacara Gai Kuang 9 Shen Siang di Klenteng Hok Tik Bio, Teluk Naga, Tangerang, Banten

Upacara Gai Kuang 9 Shen Siang di Klenteng Hok Tik Bio, Teluk Naga, Tangerang, Banten
tanggal 8 Januari 2012


Foto di atas adalah prosesi pemindahan patung Dewa yg lama masuk ke klenteng baru yang di lakukan oleh umat klenteng Hok Tek Bio.
Read the rest of this entry

Seminar “Nasib & Peruntungan” Anda di tahun Naga 2012.

Seminar “Nasib & Peruntungan” Anda di tahun Naga 2012.

Orang Gagal menyerah kepada Nasib dan meratapi nasib buruknya.
Orang Sukses mencari cara merubah nasib dan hidup senang dengan nasib yang dijalaninya.

Jika Anda bosan dengan ramalan zodiak yang itu-itu saja? Ingin tahu apa yang bakal terjadi di tahun naga ini?
Diterawang langsung 7 hari 7 malam oleh Ss. Lie Ping Sen, ikuti seminarnya jangan sampai ketinggalan!
Read the rest of this entry

SEDIKIT MENGULAS AGAMA TAO DENGAN KELENTENG2

SEDIKIT MENGULAS AGAMA TAO DENGAN KELENTENG2


SEDIKIT MENGULAS AGAMA TAO DENGAN KELENTENG2
( Terjemahan Qian Dao Ri Bao Tgl 18 april 2011 )

Di kota-kota besar dan kecil di seluruh nusantara biasanya pasti terdapat bangunan2 kelenteng ala tiongkok kuno, beberapa ratus tahun bertahan sampai sekarang, boleh dikatakan lama sejarahnya dan tak henti-hentinya yang sembahyang.
Yang di puja dalam kelenteng2 semua adalah Dewa-Dewi Agama Tao, misalnya: Makco, Kongco, Kwan Ti Ya, Hian Dian Sang Ti, Fu Tek Cen Sen, Jing Sui Cu Se, dll. Hanya di pandang dari sudut ini saja sudah membuktikan bahwa Agama Tao sudah lama berakar di sini itu adalah kenyataan.
Dalam tiap2 kelenteng tersedia patung Dewa-Dewi, sang raja-pun bersujud dan menghormatinya. Mengapa tiap kelenteng bisa menarik banyak umat berdatangan untuk sembah sujud? Boleh di kata sangat unik, apakah ada sesuatu kekuatan gaibnya?
Read the rest of this entry

Upacara Pernikahan

Upacara Pernikahan

Upacara Pernikahan

Oleh: Nina

Dalam kehidupan seseorang, suatu pernikahan merupakan saat-saat yang penting dan tidak terlupakan. Sepasang calon pengantin akan dengan penuh semangat menyiapkan segala sesuatu untuk hari bahagia tersebut. Tentu saja hal ini memakan waktu dan tenaga yang tidak sedikit, tetapi walaupun lelah, pada wajah mereka tersirat harapan akan kebahagiaan.

Harapan-harapan itulah yang membuat mereka berdua mempunyai keinginan agar kebahagiaan mereka tersebut dapat disaksikan dan disahkan, serta direstui oleh Thian dan para Dewa. Rasanya lebih mantap.

Maka kemudian timbul berbagai upacara sembahyang di hari pernikahan, baik yang sederhana – sembahyang di rumah menghadap langit sebelah timur dengan sebuah hio diatas kepala – sampai pernikahan yang diadakan di Taokwan atau Kelenteng, tentu saja dengan berbagai pernak-perniknya.

Dalam Tao ada ritual tersebut dan tata caranya tidak rumit.
Read the rest of this entry