30 Jul 2012
by Zhang
in Cerita Bijak
Kaitkata:akibat, anak, kampung, kota, orang tua, peramal, ramalan, taipeh, ulah
Dipinggiran kota besar Taipeh, berdiamlah sepasang suami istri Lien. Mereka tidak dikarunia seorang anak pun, karena itu mereka merasa hidupnya kurang bahagia. Setiap hari mereka tidak pernah lupa berdoa kepada Thian, Tuhan Yang Maha Esa agar dikarunia seorang anak.
Suatu pagi ketika mereka sedang tidur, mereka dikejutkan oleh tangisan seorang bayi. Oleh karena itu mereka segera bergegas keluar kamar. Dan betapa terkejutnya mereka ketika membuka pintu rumah. Terlihatlah sebuah keranjang berisi bayi mungil yang tampan sedang menangis. Dengan segera digendongnya bayi itu masuk ke dalam rumah. Bayi itu mereka beri nama Sau Lien.
Lagi
27 Jul 2012
by Zhang
in Cerita Bijak
Kaitkata:berkah, buang, frustasi, hidup, penumpang, sampah, senyum, sopir, taksi
Suatu pagi, seorang pria naik sebuah taksi dan pergi menuju bandara. Ketika sedang melaju cepat (pada jalur yang benar), tiba-tiba sebuah mobil hitam, tanpa memberi tanda apa pun, menyerobot mengambil jalan di depan taksi itu. Si supir taksi menginjak pedal rem dalam-dalam hingga ban mobilnya berdecit dan berhenti hanya beberapa sentimeter dari mobil tersebut.
Pengemudi mobil hitam membuka jendela, menjulurkan kepalanya, dan memaki-maki si supir taksi. Namun apa yang terjadi? Supir taksi hanya tersenyum dan melambaikan tangan dengan ringan, pada orang tersebut.
Lagi
26 Jul 2012
by Tjing Wen
in Ajaran TAO
Kaitkata:Agama Tao, belajar tao, siutao, taoyu
Diambil dari FB Group TAO Indonesia, ditulis oleh SS Tio Januar

Mendengar Jiang Dao dari She Xiong Cen Jien Mojokerto kemaren, ada yang menarik untuk ditulis di sini. Ada 4 type golongan orang ;
1. Huang Ti Sen, Huang Ti Gu (punya badan raja, tulangnya juga tulang raja).
2. Huang Ti Sen, Ji Kai Gu (punya badan raja, tapi tulang pengemis)
3. Ji Kai Sen, Huang Ti Gu (badan pengemis, tulang raja)
4. Ji Kai Sen, Ji Kai Gu (badan pengemis, tulang juga pengemis).
Lagi
26 Jul 2012
by Zhang
in Cerita Bijak
Kaitkata:ahli, etika, gembok, guru, kunci, moral, murid, peti, profesi, ujian
Alkisah, seorang ahli kunci yang sangat termasyhur bermaksud mewariskan satu ilmu tertinggi dalam dunia perkuncian. Ahli kunci ini memiliki dua orang murid yang sama-sama pandai. Setelah beberapa tahun dididik, kedua orang murid itu sudah mahir dan menguasai semua teknik membuka segala jenis gembok. Hanya saja, ilmu tertinggi itu harus diwariskan hanya kepada satu orang yang benar-benar memenuhi kriteria. Oleh karena itu, untuk menentukan pewaris ilmunya, si ahli kunci tadi kemudian menggelar sebuah ujian yang diadakan pada waktu bersamaan.
Maka disiapkanlah dua buah peti yang tergembok rapat dan di dalamnya diisi dengan satu bungkusan berisi barang berharga. Kedua peti yang tergembok rapat itu lalu ditempatkan di dalam dua kamar yang bersebelahan. Berikutnya, murid pertama dan murid kedua disuruh masuk ke dalam kamar-kamar tadi secara bersamaan. “Tugas kalian adalah membuka gembok peti-peti di dalam kamar itu. Ayo, laksanakan…!” perintah si ahli kunci.
Lagi
Previous Older Entries